Friday, 31 January 2014

Surat Ultimatum

Beberapa hari ini suasana perumahan agak berbeda. Kami semua baru saja dikirmi Surat oleh pak RT yang isinya mengultimatum Kami apakah akan tetap gabung RT tapi wajib ikut kegiatan atau memisahkan diri. Warga perumahan memang jarang yg ikut kegiatah RT. Hanya aku yg kadang datang ke kegiatan.

Akhirnya aku mengundang mereka utk rapat kami memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk RT sendiri. Kami juga mengajak warga gang sebelah untuj bergabung dan mereka setuju. Maka langkah langkah ditetapkan agar bisa segera membentuk RT.

Hikmahnya adalah paguyuban Kami menjadi lebih guyup dan kompak.

Thursday, 30 January 2014

Ending

Ending dalam suatu kisah bisa bermacam macam. Yang diharapkan adalah happy ending.

Wednesday, 29 January 2014

mempersiapkan diri

dua hari ini aku mendapat tugas mentoring seorang rekan yang akan bekerja di Politeknik Christo Re Maumere NTT. Sekolah itu baru dalam proses pendirian. Aku dulu sempat presentasi di depan tim pendirian poltek itu untuk menerangkan prosedur yang harus dilalui dan persyaratan pendirian politeknik.

Sudah berjalan cukup lama dan proses persiapan sedang berjalan. Salah satunya adalah yang sekarang sedang aku mentor i ini.

Dari yang kualami memang ketika orang hanya melihat garis besarnya kelihatannya mudah namun ketika masuk ke urusan detail menjadi sangat susah - katanya "the devils are in the details"

:) so mari kita perangi setannya... :)

Tuesday, 28 January 2014

hujan kepagian

Antara mimpi dan tidak mimpi, aku mendengar hujan turun. Rupanya memang pagi ini hujan turun dengan lebatnya. Dua kali alarm berbunyi dan aku abaikan karena begitu nyaman tidur diiringi hujan.


Monday, 27 January 2014

sepiring tahu

Sepanjang hari kemarin Solo mendung. Gerimis, hujan, dan sedikit cerah bergantian. Hawa menjadi dingin. Beruntung angin tidak berhembus kencang sehingga hawa tidak terlalu dingin.

Walau cuaca seperti itu kulihat para tukang tetap sibuk bekerja, katanya malah enak soalnya hawanya tidak panas. Mereka mengerjakan rangka besi untuk tiang panjang (footplat - cakar ayam). Besi-besi mereka ukur dan potong. Lalu rakit menjadi rangkaian besi berbentuk tertentu. dan dimasukkan ke lubang-lubang pondasi. Lalu mereka membuat jalur-jalur di tembok. mereka melubangi tembok untuk tiang-tiang peyangga.

Sampai hanpir gelap mereka tetap bekerja. Dan sore kemarin hujan sangat deras. Aku berkeliling kompleks pakai payung dan sambil membawa pukul besi. Beberapa saluran air yng tersumbat aku buka, dan beberapa paving aku hancurkan agar air mengalir lancar. Lalu aku mampir ke rumah pinjam alat baji besi dari para tukang.

Pas itu ku lihat mereka sedang mempersiapkan makan malam. menunya sederhanay, oseng-oseng buncis, dan hanya ada buncis.

Setelah aku selesai dengan urusanku aku pulang, mandi dan tiba-tiba pengin tahu goreng. Pasti enak makan tahu goreng anget di malam yang dingin. Lalu aku gorenglah beberapa potong tahu. Saat "rombongan" tahu pertama masak, aku memasukkan "rombongan" kedua. Dan saat mencoba sebiji aku jadi inget para tukang, wah mereka pasti suka kalau aku berbagi tahu-tahu anget ini kepada mereka.

Maka bergegaslah aku mengantar tahu-tahu itu, dan tepat waktu, mereka baru saja selesai sholat dan bersiap makan.

Dan tahu yang ku goreng kemarin lebih terasa nikmatnya... :)

Ular dan Gergaji

Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu.

Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.

Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalasnya dg mematuk gergaji itu berkali - kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut.

Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati.

Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain.

Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri.

Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut "Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri"

Friday, 24 January 2014

nyaur utang

Kata orang, janji itu adalah hutang, dan hutang itu harus dilunasi. Kalau tidak dilunasi maka merupakan perbuatan yang tidak baik.

Beberapa hari lalu aku berjanji datang ronda, namun akhirnya tidak datang karena ketiduran. Maka malam tadi aku "melunasi hutang - nyaur utang" ronda dengan ikut ronda bersama teman-teman yang gilirannya hari Kamis. Dengan begitu lunas sudah kewajiban ku untuk ber-ronda.

Ronda di kompleks ku akhir-akhir ini agak tersendat karena suasana malam yang dngin dan hujan. Daripada keluar mendingan tetap tidur di rumah.

:) semoga selalu aman.

Kewajiban ronda ini sebenarnya hanya sarana untuk warga bertemu dan berngobrol ria, kalau tidak pernah ada sarana untuk bertemu maka kita tidak mengenal. kalau tidak kenal maka tidak sayang, tidak ada solidaritas. Solidaritas ini yang harus terus menerus diperjuangkan.


calon penjaga NKRI -- :)

Thursday, 23 January 2014

Ora et Labora

Semboyan "Ora et Labora" - Berdoa dan Bekerja, kami kenal sebagai semboyan kaum pengikuti Santo Benedictus, Semboyan itu menjadi spirit yang dihidupi mereka. Santo Benedictus sendiri adalah seorang biarawan yang fokus berdoa - biarawan benedictin berkarya dalam doanya dan mereka bekerja dalam doa. Sebagai pemimpin Santo Benedictus menyusun peraturan yang terkenal. Regula Benedicti.

Semboyan Ora et Labora sudah mendunia, orang mungkin tidak tahu bahwa itu berasal dari Santo Benedictus. Namun orang tahu bahwa manusia harus berdoa dan juga bekerja. Bekerja adalah juga ibadah, sehingga orang harus bekerja dengan baik, jujur, dan tidak merugikan orang lain.

Maka ketika kemarin aku melihat para tukang yang mengerjakan renovasi rumah ku menjalankan Ibadah Sholat, aku melihat mereka dengan bangga. Mereka adalah orang-orang sederhana yang bermukim di daerah Magelang barat, ke arah kaki Gunung Sumbing. Fisik mereka kuat dan itu sekuat iman mereka juga.

Kejadian menggelikan adalah ketika mereka shalat namun menghadap ke selatan. Setelah selesai aku beritahu arah kiblat yang benar. Mereka hanya tertawa lalu bilang masih ga mudeng arah. Ku kira doa mereka tetap sampai pada Yang Maha Kuasa...

Aku sendiri ikut menjadi tenang, rumah ku dibangun kembali dalam suasana doa, mereka bekerja dalam ibadah, dan mereka membangun rumahku... sungguh inspirasi yang mengagumkan.

Selamat berdoa dan berkarya...

St. Benedictus - Ora et Labora

Wednesday, 22 January 2014

in progress

Dalam Agama Hindu, dikenal adanya Trimurti, Tiga Dewa Utama... Siwa, Brahma, dan Wisnu. Siwa adalah dewa pelebur, bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya. Dan dari kehancuran itu dibangun lagi yang baru, yang lebih baik....

dan rumahku beberapa hari mengalami penghancuran, beberapa bagiannya dirubuhkan dan ada 9 lubang pondasi yang dibuat. 

Beberapa teman dan tetangga berkomentar bahwa aku sebenarnya tidak perlu melakukan itu, membangun lantai dua untuk kamar anakku dan ruang keluarga, karena aku sebenarnya (menurut mereka) lebih baik membeli lagi rumah yang lebih besar.

Tapi aku menolak anggapan itu karena meski aku bisa membeli rumah baru yang lebih besar aku tidak bisa membeli lingkungan, aku sudah suka dengan lingkungan dan semesta di sekitar ku sekarang dan itu terlalu sayang kalau ditinggalkan dan harus memulai lagi di lingkungan yang baru.

Sekarang renovasi rumah masih in progress, tukang-tukang sudah mulai datang, awalnya 2 orang lalu datang 3 lagi, dan nanti akan datang 3 lagi. target pengerjaan adalah 45 hari. kemudian aku akan persiapan pindah dan semua akan selesai dalam 4 bulan (maksimal 5 bulan) ke depan. Semoga saja semua lancar. Amin...

tg 16 Januari 2014

tgl 21 Januari 2014

Tuesday, 21 January 2014

tantrum

ada istilah tantrum. Definisi tantrum menurut kamus adalah luapan kemarahan atau kekesalan, dan ini bisa terjadi pada setiap orang. Namun, saat orang-orang membicarakan mengenai tantrum, mereka biasanya membicarakan mengenai satu hal spesifik, yaitu luapan kemarahan yang dilakukan anak kecil.
Tingkah laku ini biasanya mencapai titik terburuk sekitar usia 18 bulan hingga tiga tahun, dan kadang masih ditemui pada anak usia lima atau enam tahun.
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap anak yang setidaknya berusia 18 bulan hingga tiga tahun dan bahkan lebih, akan menentang perintah Anda dan menunjukkan individualitasnya sekali waktu. Ini adalah bagian normal pertumbuhan balita karena mereka terus-menerus bereksplorasi dan mempelajari batasan-batasan di sekelilingnya. Anak akan menunjukkan berbagai macam tingkah laku, seperti keras kepala dan membangkang karena sedang mengembangkan kemandirian dan otonominya. Tantrum juga cara normal untuk mengeluarkan semua perasaan yang menumpuk. Seorang anak pada usia ini akan menunjukkan beberapa atau semua tingkah laku berikut:
  • Penolakan atas kontrol dalam bentuk apa pun
  • Keinginan untuk mandiri, lebih banyak menuntut dan menunjukkan tingkah laku membangkang
  • Berganti-ganti antara kemandirian dan bertingkah manja
  • Ingin mendapatkan kendali dan ingin mengendalikan Anda dengan mengatakan "Duduk di sini" atau "Jangan dipegang"
Berikut ini adalah 10 fakta tentang tantrum:
  1. Walaupun kemarahan adalah emosi yang jelas terlihat oleh orang tua, tantrum selalu merupakan campuran antara amarah dengan perasaan lain seperti frustasi atau panik.
  2. Tantrum biasanya dilakukan di hadapan Anda, sebagai orang tua, atau orang lain, yang dikenal dan dirasa aman oleh anak.
  3. Temperamen anak sangat menentukan. Anak yang aktif dan berkeinginan keras kemungkinan besar menunjukkan tantrum.
  4. Beberapa ahli memperkirakan satu di antara lima anak usia dua tahun menunjukkan tantrum dua kali dalam sehari. Namun jangan lupa, ini juga berarti empat dari lima anak usia tersebut tidak menunjukkan tantrum sebanyak itu.
  5. Jika ditangani dengan baik oleh orang tua sejak dini, tantrum semakin jarang terjadi saat anak tumbuh dewasa, dan yang paling buruk biasanya tidak lagi ditunjukkan saat anak berusia tiga atau empat tahun.
  6. Tantrum sering terjadi saat perasaan anak di luar kendali.
  7. Kira-kira tiga perempat dari semua tantrum terjadi di rumah, tetapi tantrum terburuk sering terjadi di tempat umum.
  8. Tingkah laku yang umum ditunjukkan saat tantrum terjadi antara lain berteriak, menangis, memukul, menendang, mengeraskan tangan dan kaki, menekuk tubuh ke belakang, menjatuhkan tubuh ke lantai, dan berlari.
  9. Pada tantrum yang parah, wajah anak bisa membiru, mual, atau bahkan menahan napas hingga kehilangan kesadaran tetapi refleks alaminya memastikan ia segera bernapas kembali sebelum membahayakan tubuhnya.
  10. Mayoritas tantrum merupakan ekspresi dari kehilangan kendali, yang merupakan tanggapan dari perasaan frustasi, ketidakberdayaan, dan kemarahan, dan terjadi karena kurangnya keterampilan anak untuk menghadapi perasaan ini
Beberapa saran untuk menghindari tantrum, yaitu:
  • Mengalihkan perhatian. Saat merasa tantrum akan terjadi, Anda memiliki sedikit waktu untuk mengalihkan perhatian anak. Secepat mungkin tunjukkan mainan baru, atau tunjukkan kejadian yang sedang terjadi di luar rumah dengan mengatakan, "Sepertinya ada bus yang datang, yuk kita lihat". Cara ini cukup manjur terutama pada anak kecil, walaupun anak usia tiga tahun ke atas tidak mudah tertipu dengan cara ini.
  • Penggantian. Jika Anda langsung menawarkan mainan baru, anak dengan senang hati memberikan kunci yang Anda inginkan. Contoh lainnya memberikan kertas saat ia ingin menggambar di dinding rumah, atau majalah lama untuk ia sobek-sobek jika ia mencoba untuk menyobek koran Anda.
  • Memperhatikan pola tingkah laku tertentu. Jika anak sering menunjukkan tantrum, sebaiknya Anda mencatat apa yang terjadi sebelum tantrumnya meledak, dan situasi seperti apa tantrum biasanya terjadi. Misalnya, jika tantrum sering terjadi saat anda menyiapkan makan siang, cobalah membiarkannya membantu Anda menyiapkan meja makan, atau memberikan mainan yang menarik sebelum Anda menyiapkan makanan. (sumber: http://www.bundakonicare.com/post/pengetahuan-soal-tantrum/)

Ita dan Ian kadang kala melakukan perilaku tantrum ini, kalau aku sedang tidak lelah biasanya aku bisa menghandle mereka dengan baik. tapi kadang kala saat aku lelah, dan dua anak itu tantrum bersamaan atau bergantian, aku tidak bisa menghandle mereka, dan akhirnya menjadi hilang kesabaran. dan kemarin begitulah yang terjadi. Ita dan Ian tantrum bergantian sampai aku bingung menghandle nya, dan hilang kesabaran. 

Ita tanpa sebab jelas tiba-tiba membuang HP nya ke tempat sampah lalu diambil lagi dan dilemparkan jauh-jauh, ternyata hanya karena dia merasa di HP nya ga ada games yang menarik. Endingnya adalah kartu SIM di dalam HP itu ditekuknya sampai rusak. Saat dia aku suruh pulang dan belajar malah menangis dan protes. 

Ian juga begitu dia minta jajan dan jelas minta makanan yang ga sehat. maka aku biarin dia nangis sampai lelah. lalu aku jelaskan maksud ku sampai dia bisa terima alasanku.

Ibunya baru pulang jam 23.30.... 
So begitulah.... what a day ... yesterday... I love them... all .... 


Thursday, 16 January 2014

Nilai Nol - 0

Kemarin siang seperti biasa sepulang sekolah ita bercerita tentang sekolahnya hari itu. Dan dia kemarin dengan bangga bercerita : Bapak aku dapat nilai e-nol.

aku spontan terkejut, lalu bertanya : hlo kok nilainya segitu apa ita ga perhatiin perintah Guru?

ternyata ita menjawab pertanyaan Guru yang dianggap salah

Pertanyaannya adalah: Apakah kamu pernah melihat Demo?
jawaban ita: Belum pernah

(dan pertanyaan selanjutnya terkait demo yang diliat itu, yang tentu saja ita ga bisa jawab karena dia memang merasa belum pernah melihat demo).

Ita bilang gini " hla kalau aku belum pernah lihat Demo, apa ya harus dijawab pernah, kan malah ga bener to pak?"

Dan menurut Guru nya jawaban yang benar adalah : PERNAH MELIHAT DEMO

Aku tertegun, lalu sorenya mencoba menilisik, ternyata buku ajarnya membahas tentang belajar demokrasi dan di situ memang ada pertanyaan tentang demo yang diceritakan ita, namun seharusnya Guru tidak serta merta menyalahkan namun menjelaskan dulu.

Bagi aku sendiri itu memberi peringatan untuk mendampingi  Ita belajar lebih baik lagi.

dan ita bilang gini: "Bapak, yang dijelaskan bapak tadi Ita ga mudeng, tolong gimana caranya biar ita mudeng gitu lo pak?"

waladah.... aku harus belajar pedadogi lagi... nich ...

Ita dan Ian : Belajar Bersama (photo tahun lalu)

Monday, 13 January 2014

Pindah

Sabtu - Minggu ; 11 - 12 Januari 2014, benar-benar hari yang melelahkan bagi kami serumah. Dua hari itu kami pindahan ke kontrakan. Rumah yang kami kontrak hanya selisih 2 rumah dari rumah kami. Rumah itu milik seorang pegawai Kantor Pajak di Jakarta. Aku rencana menyewa 4 bulan dan oleh pemiliknya dikenai uang sewa Rp. 3.000.000,- (dengan catatan, kalau aku butuh masih boleh diperpanjang 2 bulan tanpa biaya sewa tambahan).

Rumah itu unik, karena tidak punya dapur ... yang ada di dalamnya adalah 2 kamar dan 1 kamar mandi, ruang tamu, dan ruang tengah yang lega banget. Ian bisa main sepeda di ruang tengah itu. Dan hanya ada 1 pintu keluar sehingga rada repot. Pembuangan air kotor juga hanya bisa lewat kamar mandi, jadi kami harus menyeting ulang semuanya.

Ian dan Ita kelihatan senang krn rumah kontrakan kami tepat di depan rumah teman mainnya.


Rumah kami akan mulai direnovasi tg. 15 Januari. Awalnya akan dimulai tg 13 namun krn tg 14 libur aku menelpon Pemborongnya dan meminta tg 15 saja dimulainya agar para tukang bisa liburan dulu, kasihan juga krn mereka baru pulang nggarap proyek di Tenggarong, biarlah mereka menikmati waktu libur lebih lama dengan keluarga.

Rencananya aku akan membuatkan kamar untuk Ian di lantai 2. Jadi area dapur, carport dan ruang keluarga aku bongkar dan dinaikkan menjadi 2 lantai. Rencana pengerjaan proyek ini adalah 45 hari kerja (kurang lebih 2,5 bulan). Maka kalau aku sewa rumah 4 bulan akan sangat cukup untuk persiapan pindah lagi ke rumah pasca renovasi sambil menyortir barang-barang.

Lantai 2 nanti akan ada kamarnya ian, kamar mandi, dan ruang belajar anak-anak. Keluar ada balkon kecil yg menjadi area aktifitas membersihkan jendela dan pintu yg mengghadap keluar.

Semoga renovasi berjalan lancar...

Friday, 10 January 2014

Ngobrol di Malam Jumat

Semua orang memiliki masa lalu. Namun tidak semua orang mau mengakui masa lalu itu bahkan menceritakannya, karena tidak semua masa lalu adalah masa yang indah. Bagi seseorang masa lalu yang kelam itu adalah sesuatu yang haram untuk diceritakan bahkan untuk diingat sekalipun.

Namun semalam seorang teman ngobrol menceritakan masa lalunya yang benar-benar kelam. Hidup dalam dunia hitam dan dia bisa menceritakannya dengan enteng seolah-olah itu hanya sekilas peristiwa dalam hidup biasa. Aku tidak tahu apakah pertimbangan moral masih ada dalam nuraninya. Aku terhenyak ketika mendengar dia menceritakan dengan enteng bahwa sebenarnya sudah pernah 6 kali punya anak, 4 anak digugurkan saat masih dalam kandungan krn tidak diinginkan. Gila !. Dari nada bicaranya tidak ada sedikitpun sesal. Luar biasa. Seluruh sejarah hitamnya katanya telah dia kubur dan sekarang memulai hidup baru.

Dalam hati aku bertanya apakah dia memikirkan dampak dari perbuatannya untuk orang-orang yang menjadi "korbannya"? Mungkin bagi dia masalah sudah selesai namun bagi perempuan-perempuan korban petualangannya cerita masih berlanjut. Entahlah, aku hanya menjadi pendengar yang baik, yang mencoba memetik pelajaran dari perjumpaan dan obrolan malam kemarin.

Memang lebih baik menjadi orang yang apa adanya daripada munafik. Lebih baik menjadi bekas orang jahat daripada bekas orang baik.


Thursday, 9 January 2014

quitest quotev# 1



menjaga mood

Beberapa hari ini Ita agak malas bangun pagi, tidak mau sarapan, dan uring-uringan. Hal itu terjadi biasanya karena dia kemarinnya sore terlalu banyak bermain dan malamnya tidak bisa tidur nyenyak. Tanda awalnya mudah saja, dia akan terbangun di tengah malam dan berteriak memanggil aku. Lalu aku akan ke kamarnya dan menemaninya tidur sampai pagi.

jam 4.30 alarm akan berbunyi, dan tahap 1 membangun ita dimulai, aku menyalakan lampu kamar seterang-terangnya, dan menarik selimutnya, kemadian aku tinggalkan dia. Aku bebersih diri dan sehabis itu aku ke kamar ita lagi. Pipi dan tengkuknya aku pegang dengan tanganku yg dingin sehabis mandi. biasanya dia akan membuka mata tapi masih enggan bangun. Lalu aku tinggalkan dia lagi ke dapur (menanak nasi, masak air, bikin teh, menyiapkan sarapan) lalu aku mengeluarkan motor dan memanasinya.

jam 5.45 aku ke kamar ita lagi dan membangunnya, membuatnya duduk dan menuntunya pindah ke kursi depan TV, biar dia bisa liat TV dan jam 6 aku suruh dia mandi. Lalu biasanya sisa persiapannya diselesaikan Budhe Pemomong nya.


Kalau Ian tidak ikut terbangun maka semua akan beres di jam 6.30 dan kami akan berangkat, tapi klo Ian bangun aku harus membawanya muter kampung dulu baru bisa berangkat....


Begitulah, setiap anak punya mood dan kebiasannya sendiri, dan kita harus benar-benar pandai mengenalinya karena persiapan di pagi hari dan suasana hati di pagi itu bisa mempengaruhi seluruh hari... :)

Wednesday, 8 January 2014

Jaga Kondisi

Hasil Cek Kesehatan ku menunjukkan hasil yang baik, menurut Dokter. Tentu saja ini menggembirakan. Selain minum obat aku juga rutin naik sepeda dari rumah ke jalan besar PP.
Jaraknya lumayan jauh, cukuplah untuk orang seperti aku.

Awaknya aku bersepeda hanya di dalam kompleks. Paling 200 meter PP, lalu aku coba keluar 1 Km PP, itu aku lakukan beberapa hari, lalu jaraknya aku buat lebih jauh lagi. Bertahap paling ga seminggu 3 kali.

Olah raga ringan itu terbukti membuat perubahan. Dan agaknya cocok untuk jaga kondisi. Dokter masih memberiku obat yang sama dan diminta tetap menjaga asupan makanan khusunya yang manis-manis. dan meneruskan ber olah raga ringan.


Begitu... kadang usaha yang sederhana bisa memberikan dampak yang cukup baik dan jika dilakukan konsisten dan kontinyu akan membawa hasil yang baik juga. :)


Tuesday, 7 January 2014

BPJS : Bikin Pusing Jengkel dan Sebel

Sekarang sedang ramai masalah BPJS, teman di kantor yang mengurus itu dibuat bingung pusing jengkel dan sebel (BPJS)... hahahaha...

Sekarang orang anggota ASKES seperti Babe hanya akan diberi obat untuk Seminggu jika berobat dgn fasilitas BPJS - JKN dan hanya boleh periksa di Dokter yang ditunjuk. Dengan demikian seorang berpenyakit jantung seminggu sekali harus ke Dokter ... miris ga?

Akhirnya rakyat harus menanggung beban, orang seperti Babe terpaksa harus berobat ke Dokter Spesialis Jantung dengan biaya sendiri. Itu lebih baik daripada harus bolak-balik ke rumah sakit dengan resiko perjalanan yang membayangi.

Entah apa yang dipikirkan para pembuat kebijakan itu.


Monday, 6 January 2014

Agenda 2014

Paguyuban di Kompleks perumahanku secara rutin berkumpul sebulan sekali. Kemarin kami berkumpul, setelah acara pembayaran iuran selesai dilaksanakan, lalu dilanjutkan arisan dan aku mengajak anggota semua untuk memikirkan Agenda Kegiatan 2014, mumpung ini masih awal tahun.

Tetapi aku tunggu beberapa menit tidak ada usulan, kemudian seorang Bapak yang duduk di luar berkata dengan suara lantang: Agenda 2014 Jagong Bayi......

sontak semua tertawa, dan setelah itu suasana riung... ternyata hampir semua ibu di kompleks ku sedang hamil, ada yang baru 14 minggu, ada yang sudah 7 bulan, ada yang baru 4 minggu.. kami baru sadar bahwa tahun depan akan banyak kejadian kelahiran dan benarlah bahwa Agenda 2014 akan diisi dengan Jagong Bayi.

Begitulah siklus kehidupan, ada yang lahir, lalu beberapa tahun lagi akan ada acara Sunatan/Supitan, lalu ketika anak-anak mulai besar akan ada acara lamaran, dan warga senior nanti akan ada yang wafat, lalu ada pernikahan anak-anak kami, dan kelahiran para cucu... begitu seterusnya..

Akhirnya Pertemuan Paguyuban aku akhiri dengan menetapkan Agenda Tahun 2014 adalah Jagong Bayi. Para ibu dan anak-anak pulang, dan para bapak masih berkumpul dengan alasan; ada agenda tentang keamanan lingkungan yang harus dibahas. Dan jatuhnya adalah para Bapak senior mengerjain para Bapak Yunior yang baru pertama kali merasakan istrinya hamil ... :)


Friday, 3 January 2014

mikul dhuwur mendem jero

Canggung juga ketika kembali masuk ke kelas dan memulai perkuliahan. Setelah sekian lama tidak lagi mengampu mata kuliah, aku harus mengajar lagi, sebagai dosen pengganti karena seorang dosen mengundurkan diri. Pokok Bahasan yang menjadi materi adalah tentang Tata Tulis Karya Ilmiah; yang baru pertama kali diajarkan di sini.

Pertama kali masuk kelas, aku dikejutkan dengan banyaknya bangku yang kosong dan pandangan mahasiswa yang kurang mengenakkan. Akhirnya aku mengabsen satu demi satu mahasiswa dan ada 9 mahasiswa yang belum masuk kelas, 2 datang terlambat karena ke toilet. Lalu 9 mahasiswa itu masuk kelas; aku menghentikan langkah mereka dan memerintahkan mereka mengurus ijin masuk kelas ke bagian Administrasi Akademik. Ketua Kelas protes tapi aku tegaskan lagi perintahku dan mereka menurut.

Setelah mereka masuk aku mulai bicara tentang Nilai-Nilai Dasar ATMI. Khususnya Tentang Kedisplinan. Kedisiplinan yang dimulai dari hal-hal besar namun dari hal-hal kecil. Teladan dari para founding fathers harus dipikul dhuwur dan dipendem jero. Nilai-nilainya perlu diinternalisasikan dipendem jero dalam sanubari dalam hidup sehari-hari.

Dari pandangan matanya kelihatan mereka agak kaget karena tidak mengira aku akan setegas itu. mungkin karena keseharianku yang santai dan esay going saat bergaul dengan para mahasiswa.

Namun aku hari ini memberi pesan yang jelas dan tegas dan semoga itu mereka rekam dengan baik.

Batas Kelelahan

Konon, setiap material logam memiliki batas kelelahan. Ketika batas kelelahan itu terjadi maka si material akan retak, bahkan patah. Kejadian itu sangat alami dan pasti terjadi. Bisa dikatakan itu adalah hukum alam; bahwa material itu mempunya batas kelelahan dan akan patah jika batas itu tercapai atau terlampaui.

Demikian pula dengan tubuh manusia. Ketika mengalami kelelahan akan "patah", namun sebelum sampai ke batas lelah itu biasanya tubuh memberikan tanda-tanda seperti mata mengantuk, otot yang kaku, aliran darah yang melambat, otak yang kekurangan oksigen dan sebagainya. Intinya tubuh memberi peringatan bahwa manusia harus segera beristirahat karena jika terus beraktifitas tubuh akan menjadi "patah"; menjadi sakit.


Itulah yang terjadi kemarin, aku harus menyerah pada kelelahan dan memutuskan untuk istirahat di rumah Babe. Walaupun tidak bisa sepenuhnya tidur, namun aku bisa merebahkan badan dan membiarkan tubuh untuk beristirahat. Dan walau tidak lama namun itu cukup untuk mengembalikan kebugaran.

:) ... yang diperlukan adalah bagaimana kita mengenali saat kelelahan itu tiba dan kita juga harus mengenali bagaimana tubuh kita meresponnya selanjutnya kita mengambil keputusan, dan keputusan itu sebaiknya adalah beristirahat sejenak. :)

Thursday, 2 January 2014

menjalani tanpa tahu isi

Kami sore itu pergi melihat acara Sekaten. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Suasana pasar malam Sekaten
Sekaten atau upacara Sekaten (berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat) adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammads.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
Pada hari pertama, upacara diawali saat malam hari dengan iring-iringan abdi Dalem (punggawa kraton) bersama-sama dengan dua set gamelan Jawa: Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring-iringan ini bermula dari pendopo Ponconiti menuju masjid Agung di alun-alun utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu akan berada di Pagongan sebelah selatan masjid. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11 bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang ke dalam Kraton. 
Anakku begitu antusias karena dia ingin membeli berondong yang dibentuk model motor dan Kapal Othok-Othok, mainan tradisional yang sejak lama menjadi khasnya. Aku merasa Sekaten sekarang berbeda dengan dulu. Tidak ada lagi hal-hal khas yang biasanya ada di sekaten. Biasanya kalau sekaten itu ada yang jualan Kodok-Kodokan dari gerabah yang bisa kita mainkan dan mengeluarkan bunyi mirip kodok, ada yang jualan Gangsingan, Akar wangi, dan dulu selalu ada yang jualan Telor Asin dan Suruh Ayu. Kemarin semua itu tidak kami temukan. Maka Sekaten itu hanya sekedar taman hiburan rakyat kelas bawah, yang bising dengan suara musik yang tidak begitu nyaman. Akhirnya kami tidak berlama-lama di area itu dan segera pulang.

Mungkinkah ini fenomena dimana orang mulai sekadar menjalani tradisi tanpa tahu isi / maknanya?

(1 Januari 2013)

21

mengapa 21

konon manusia butuh 21 hari tanpa putus untuk membangun sebuah kebiasaan. Meskipun 21 hari itu kelihatannya mudah namun sering kali orang mengalami kegagalan melaksanakannya. Maka 21 hari adalah tantangan yang tidak sepele.

maka aku menatang diriku sendiri untuk konsisten selama 21 hari saja... :)

21 hari memulai lagi menulis jurnal sebagai resolusi di tahun 2014...