Monday, 27 January 2014

sepiring tahu

Sepanjang hari kemarin Solo mendung. Gerimis, hujan, dan sedikit cerah bergantian. Hawa menjadi dingin. Beruntung angin tidak berhembus kencang sehingga hawa tidak terlalu dingin.

Walau cuaca seperti itu kulihat para tukang tetap sibuk bekerja, katanya malah enak soalnya hawanya tidak panas. Mereka mengerjakan rangka besi untuk tiang panjang (footplat - cakar ayam). Besi-besi mereka ukur dan potong. Lalu rakit menjadi rangkaian besi berbentuk tertentu. dan dimasukkan ke lubang-lubang pondasi. Lalu mereka membuat jalur-jalur di tembok. mereka melubangi tembok untuk tiang-tiang peyangga.

Sampai hanpir gelap mereka tetap bekerja. Dan sore kemarin hujan sangat deras. Aku berkeliling kompleks pakai payung dan sambil membawa pukul besi. Beberapa saluran air yng tersumbat aku buka, dan beberapa paving aku hancurkan agar air mengalir lancar. Lalu aku mampir ke rumah pinjam alat baji besi dari para tukang.

Pas itu ku lihat mereka sedang mempersiapkan makan malam. menunya sederhanay, oseng-oseng buncis, dan hanya ada buncis.

Setelah aku selesai dengan urusanku aku pulang, mandi dan tiba-tiba pengin tahu goreng. Pasti enak makan tahu goreng anget di malam yang dingin. Lalu aku gorenglah beberapa potong tahu. Saat "rombongan" tahu pertama masak, aku memasukkan "rombongan" kedua. Dan saat mencoba sebiji aku jadi inget para tukang, wah mereka pasti suka kalau aku berbagi tahu-tahu anget ini kepada mereka.

Maka bergegaslah aku mengantar tahu-tahu itu, dan tepat waktu, mereka baru saja selesai sholat dan bersiap makan.

Dan tahu yang ku goreng kemarin lebih terasa nikmatnya... :)

No comments:

Post a Comment