Tuesday, 11 February 2014

Terapi trauma

Pagi ini ita berangkat ke sekolah bersama ibunya. Ibunya hari ini ngantor di solo sehingga bisa cukup waktu untuk mengantar ita. Bagi aku sendiri itu menimbulkan rasa khawatir tersendiri. Bukan karena ga percaya pada istriku namun pasca ita kecelakaan saat diantar kakeknya dulu, aku menjadi lebih khawatir.

Ternyata aku menyimpan rasa bersalah ksrena saat itu harusnya ita aku antar, namun krn waktu yg mepet maka dia harus diantar kakeknya dan terjadilah kecelakaan itu.

Maka setiap kali aku mengalihkan kebiasaanku mengantar ke orang lain aku mjd super khawatir. Tentu hal ini tida sehat. Aku memutuskan mengolah situasi ini sebagai "terapi trauma" untuk diriku sendiri. Aku perlu menemukaj cara untuk hidup lebih sehat dan normal lagi scr psikis.

No comments:

Post a Comment